Grow UP

Saya pernah menjadi seorang philo-sophia.

Saya pernah mencintai buku, mengagumi orang yang dipenuhi dengan pengetahuan dan kebijaksanaan.

Saya pernah menyukai diskusi ilmiah, mengikuti perkembangan penemuan, menikmati sastra klasik.

Sampai pada titik dimana saya mencintai seorang pria dengan semua kebalikan yang ada pada saya.

Ia menyukai keramaian, ia menyukai musik, ia senang berada dalam gerombolan, membahas berbagai hal yang seru dan kehidupan sehari-hari. Ia mengikuti politik, ia memahami karakter, ia terlibat dalam berbagai intrik maupun lobi-lobi.

Dunianya ramai. Dunia saya senyap.

Sampai kemudian saya mempertanyakan apa dunia yang saya miliki ini adalah salah. Sampai saya ragu dengan nilai yang selama ini saya pegang, orang-orang yang saya andalkan, idealisme yang saya bangun sendiri. Continue reading “Grow UP”

Advertisements

Falling in Love: Personal Experience

Pernahkah gak bertanya-tanya, mengapa ada istilah ‘jatuh’ dalam cinta? Saya sering membayangkan cinta sebagai sebuah lubang besar yang menganga, yang dapat membuat orang yang tidak berhati-hati terperangkap di dalamnya. Aneh? Well, gak juga sih. Ada banyak banget contoh kan? Seseorang yang dengan alasan cinta meninggalkan Tuhan, ato terjerumus dalam pergaulan bebas, ato pacaran beda agama. Karena banyak banget kasus parah (ato jangan-jangan saya agak pesimis?), saya selalu hati-hati buat topik satu ini. Seberhati-hatinya saya, tetap saja, ada saat dimana saya jatuh.

Continue reading “Falling in Love: Personal Experience”